May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 9)

Dengan suara terputus-putus dia mengulangi ceritanya betapa empat orang temannya direjang dan diperkosa oleh para anggauta Kwi-eng-pang seperti empat ekor domba yang diserbu segerombolan srigala di […]
May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 8)

Sungguh amat patut disayangkan bahwa seorang wanita yang demikian cantiknya, dan demikian tinggi ilmunya seperi Yo Bi Kiok, yang memang sejak kecilnya telah memiliki watak pendiam […]
May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 7)

Kiang Ti melotot dan meloncat turun dari kursinya. “Keparat! Lancang betul dia! Sepatutnya dia datang berlutut dan memohon kepadaku, baru mungkin aku mempertimbangkan permohonannya. Kalian bersikap […]
May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 6)

“Gulingkan perahu mereka dari bawah air!” Mendengar ini, kurang lebih dua puluh orang meloncat dari dua buah perahu besar, berenang dan menyelam dari sekeliling dua buah […]
May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 5)

Burung-burung beterbangan sambil mengeluarkan bunyi ketakutan, agaknya merasa ngeri menyaksikan kekejaman manusia, kekejaman yang jarang mereka lihat dan yang kini terjadi berturut-turut di tepi telaga itu […]
May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 4)

“Siapakah nona sekalian dan bagaimana bisa sampai di tempat sunyi ini?” tanya seorang di antara empat anggauta Kwi-eng-pang. Wanita bertahi lalat kecil merah di bawah dagu […]
May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 3)

Empat orang wanita yang lainnya mendengarkan penuh perhatian dan memandang ke arah tempat-tempat yang ditunjukkan oleh Lui Hwa. “Indah dan mengagumkan, juga aman sekali tempat ini […]
May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 2)

Rumput-rumput di tepi telaga yang jarang diinjak kaki manusia itu tampak segar berseri-seri pagi itu, dihias dengan mutiara-mutiara air embun pagi yang masih belum mau menyerah […]
May 11, 2010

Dewi Maut (eps. 1)

Telaga itu amat luas sekali, dari tepinya tampak seolah-olah lautan bebas, dengan pulau-pulau di tengahnya yang kelihatan subur penuh dengan pohon-pohon lebat. Telaga itu dikelilingi pegunungan […]