Dewi Maut (eps. 9)

Dengan suara terputus-putus dia mengulangi ceritanya betapa empat orang temannya direjang dan diperkosa oleh para anggauta Kwi-eng-pang seperti empat ekor domba yang diserbu segerombolan srigala di […]

Dewi Maut (eps. 8)

Sungguh amat patut disayangkan bahwa seorang wanita yang demikian cantiknya, dan demikian tinggi ilmunya seperi Yo Bi Kiok, yang memang sejak kecilnya telah memiliki watak pendiam […]

Dewi Maut (eps. 7)

Kiang Ti melotot dan meloncat turun dari kursinya. “Keparat! Lancang betul dia! Sepatutnya dia datang berlutut dan memohon kepadaku, baru mungkin aku mempertimbangkan permohonannya. Kalian bersikap […]

Dewi Maut (eps. 6)

“Gulingkan perahu mereka dari bawah air!” Mendengar ini, kurang lebih dua puluh orang meloncat dari dua buah perahu besar, berenang dan menyelam dari sekeliling dua buah […]

Dewi Maut (eps. 5)

Burung-burung beterbangan sambil mengeluarkan bunyi ketakutan, agaknya merasa ngeri menyaksikan kekejaman manusia, kekejaman yang jarang mereka lihat dan yang kini terjadi berturut-turut di tepi telaga itu […]

Dewi Maut (eps. 4)

“Siapakah nona sekalian dan bagaimana bisa sampai di tempat sunyi ini?” tanya seorang di antara empat anggauta Kwi-eng-pang. Wanita bertahi lalat kecil merah di bawah dagu […]

Dewi Maut (eps. 3)

Empat orang wanita yang lainnya mendengarkan penuh perhatian dan memandang ke arah tempat-tempat yang ditunjukkan oleh Lui Hwa. “Indah dan mengagumkan, juga aman sekali tempat ini […]

Dewi Maut (eps. 2)

Rumput-rumput di tepi telaga yang jarang diinjak kaki manusia itu tampak segar berseri-seri pagi itu, dihias dengan mutiara-mutiara air embun pagi yang masih belum mau menyerah […]

Dewi Maut (eps. 1)

Telaga itu amat luas sekali, dari tepinya tampak seolah-olah lautan bebas, dengan pulau-pulau di tengahnya yang kelihatan subur penuh dengan pohon-pohon lebat. Telaga itu dikelilingi pegunungan […]