Kebudayaan Jawa Timur
April 17, 2017
Sekapur Sirih Seni Budaya Palang Pintu Betawi
April 19, 2017

Kebudayaan D.I.Yogyakarta

a. Rumah Adat

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa D.I. Yogyakarta juga memiliki rumah adat yang bernama Joglo. Hanya saja, di D.I. Yogyakarta, rumah adat Joglo berpadu dengan Bangsal Kencono dalam pndiriannya. Bangunan rumah adat Yogyakarta ini mirip dengan bangunan Joglo Jawa Tengah. Hanya saja, rumah adat D.I. Yogyakarta ini memiliki halaman yang sangat luas. Di depan Bangsal Kencono biasanya terdapat dua patung raksasa yang memegang sejenis alat pemukul (gada). Patung tersebut berasal dari gada.

b. Pakaian Adat

Pakaian adat D.I. Yogyakarta untuk laki-laki menggunakan model kencongan. Pakaian kencongan tersebut terdiri darikain batik yang dikenakan dengan model kencongan, baju surjan, lonthong tritik, ikat pinggang berupa kamus songketan dengan cathok atau timang terbuat dari suwasa. Untuk perempuan menggunakan pakian dengan model pinjung. Kelengkapan dari pakaian pinjung ini menggunakan batik dan berbagai aksesoris untuk dipakai.

c. Tari Daerah

Beberapa tarian adat dari D.I. Yogyakarta meliputi tari Serimpi Sangupati, tari Bedaya, tari Beksan Nirbaya, tari Merak, dan tari Beksan Lawung Ageng. Tari Serimpi Sangupati merupakan tarian dengan gerakan lembut, dibawakan oleh perempuan. Tarian ini dibawakan di lingkungan keraton. Tari Bedaya juga merupakan tarian keraton. Tarian ini dibawakan oleh 9 perempuan. Tari Beksan Nirbaya merupakan tari yang berangkat sebagai bentuk tolak bala yang dilaksanankan di keraton. Tarian Beksan Nirbaya saat ini dijadikan sebagai salah satu seni pertunjukan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tari Merak merupakan tarian yang menggambarkan kehidupan burung merak di alam yang mampu hidup dengan bebas. Tari Beksan Lawung Ageng merupakan tarian yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Tarian tersebut diciptakan untuk memupuk semangat para prajurit yang saat itu berjuang melawan penjajahan.

d. Senjata Tradisional

D.I. Yogyakarta memiliki senjata tradisional keris dan tombak. Keris dan tombak biasanya juga diberi gelar tertentu ketika oleh tuannya pernah digunakan untuk suatu hal tertentu. Saat ini, keris dan tombak dianggap sebagai senjata yang mengandung niali mistis tertentu. Pada masa-masa tertentu seperti bulan Suro, keris dan tombak tersebut dimandikan dengan bunga dan bahan-bahan lainnya.